Mari Merenung

Payakumbuh diselimuti kabut asap..putih.. sehingga udara jadi tidak sehat. Jika sudah begini, masihkah kita tidak mensyukuri udaha bersih yang dianugrahkan Allah SWT?
Hmm.. Semoga kita semakin menyadari kebesaran nikmat dan anugrah Allah SWT
"Maka nikmat Tuhan yang manakah yang kamu dustakan?

#..mariMerenung

Resepku : PATIN GORENG BALADO


Bahan:
- 1 ekor ikan patin agak besar, lebih kurang berat 8 ons atau lebih
- 3 siung bawang merah, iris tipis
- Minyak goreng dan garam secukupnya

Bumbu yang dihaluskan:
- 2 buah tomat ukuran sedang
- 1 ons cabe merah segar
- 1 siung bawang putih


Cara membuatnya :
  1. Potong ikan patin, bagian kepalanya belah dua, bersihkan, dan lumuri dengan garam, diamkan sebentar.
  2. Panaskan minyak goreng, goreng ikan sampai kering, angkat, sisihkan.
  3. Goreng irisan bawang merah dalam minyak yang sama sebentar, tidak sampai kuning, kemudian masukkan bumbu yang telah dihaluskan. Sebelumnya kurangi minyak jika dirasa terlalu banyak.
  4. Masak sambal sampai agak kering, kecilkan api, kemudian masukkan ikan patin yang telah digoreng tadi, aduk hingga semua potongan ikan tercampur dengan sambal.
  5. Angkat dan sajikan.

Puisi - Syahdu Rindu

Dalam keheningan, alunan syahdu rindu mendayu..
Memaksa angan untuk ikut berdendang..
Dan pikiran pun larut dalam rayuan bayangan..
Sejenak, terbentanglah lukisan kenangan di pelataran hati..
Tentang keindahan malam yang bertemankan penjaga malam..
Dan kesunyian yang pecah di ujung gelak tawa..
Tertegun..sesaat..
Dalam hembusan nafas..
Kerinduan terasa seperti mengiris kalbu..


8 Maret 2014

Rendang Asli Minangkabau, Masakan Khas Lezat


Rendang sebagai salah satu warisan kuliner Indonesia, saat ini tidak saja menjadi masakan favorit di daerah asalnya Sumatera Barat, tetapi juga telah  diminati di manca negara. Bahkan beberapa waktu lalu, Rendang pernah dinobatkan menjadi salah satu masakan terlezat di dunia. Tak heran jika para penikmat masakan, banyak berburu Rendang untuk sekedar mencicipi kelezatannya yang terkenal itu.

Rendang adalah salah satu masakan tradisional Minangkabau, yang terbuat dari racikan bumbu, rempah alami dan santan kelapa, dengan bahan utama berupa daging sapi atau daging ayam. Rendang memiliki cita rasa yang enak dan gurih serta memiliki aroma yang khas, yang mampu mengundang selera.

Keunikan dan kekhasan Rendang terletak pada cara memasaknya yang biasanya memakan waktu berjam-jam. Mulai dari menyiapkan bahan utama. meracik bumbu-bumbu hingga memasaknya menjadi Rendang yang nikmat. Biasanya memasak Rendang membutuhkan waktu sampai 4 jam bahkan lebih, tergantung dari banyaknya bahan utama yang dimasak. Di samping itu, Rendang juga awet dan bisa disimpan hingga beberapa hari tanpa menggunakan bahan pengawet.

Di Sumatera Barat, pada zaman dahulu, Rendang adalah salah satu masakan mewah yang hanya dijumpai pada perayaan hari besar atau perhelatan adat tertentu. Seperti ketika perayaan Hari Raya, Perhelatan Adat, Keduri, Khatam Al Qur'an dan perhelatan adat lainnya.  Namun, seiring perjalanan waktu dan perkembangan zaman, sekarang ini Rendang tidak hanya dijumpai pada waktu-waktu tertentu, tetapi hampir setiap rumah makan Minang menyediakan Rendang sebagai salah satu menunya. Bahkan saat ini Rendang bisa dibeli di gerai/toko makanan dan bisa juga dibeli secara on line melalui Internet.

Rendang yang dijual melalui media Internet, biasanya berbentuk Rendang Kering karena lebih mudah dikemas dan lebih tahan lama. Rendang Kering adalah rendang tanpa minyak (minyak dan rendangnya dipisahkan sewaktu proses masak). Rendang Kering ini banyak dijumpai di Kota Payakumbuh Sumatera Barat

       

Di Kota Payakumbuh, terdapat beberapa pengusaha Rendang Kering yang terbilang sukses dalam memasarkan produknya dan dalam menciptakan inovasi baru sesuai tuntutan dan minat pasar. Dengan kreatifitas yang tinggi, mereka menggali ilmu dan menemukan bahan-bahan rendang yang baru sehingga lahirkan rendang-rendang dengan bahan utama selain daging, seperti rendang kering jagung, rendang kering belut dan rendang kering telur, yang memiliki rasa yang tak kalah nikmat dibandingkan rendang berbahan utama daging.

Banyaknya pengusaha rendang ini tidak terlalu berdampak pada persaingan harga. Rata-rata harga perkilo rendang daging atau selain daging relatif hampir sama antara satu pengusaha dengan pengusaha yang lain. Rendang Kering selain daging dipasarkan dengan harga yang jauh lebih terjangkau karena bahan utamanya lebih murah dibandingkan daging, dengan racikan bumbunya yang tetap sama dengan rendang daging.

              


Jika anda berkesempatan berkunjung ke Kota Payakumbuh Sumatera Barat, mampirlah sejenak ke gerai atau toko penjual oleh-oleh yang banyak terdapat di pusat kota dan di jalan-jalan utama kota, untuk membeli Rendang Kering khas Payakumbuh sebagai oleh-oleh buat keluarga dan famili. Namun jika anda salah seorang yang tidak menyukai travelling dan ingin merasakan lezatnya Rendang Kering khas Payakumbuh ini, anda dapat memesan melalui 08527425578 atau silahkan kunjungi www.rendang.biz.id untuk memilih rendang yang anda sukai.

Puisi - Jika Sepi Lebih Baik

Jika sepi lebih baik..
Untuk apa aku bertahan di keramaian..
Membingkai hari dengan kehampaan..
Jika sepi lebih baik..
Untuk apa aku rajut kebersamaan..
Meniti waktu tanpa pernah bergandengan..
Jika sepi lebih baik..
Untuk apa aku di sini..
Membaur tak pernah menyatu..
Jika sepi lebih baik..
Mengapa aku masih bertanya..
Jika sepi lebih baik..
Kunginkan hanya sepi yang menemani..


6 Maret 2014

Karak Kaliang, Kerupuk Keberuntungan

Hujan semalam menyisakan udara dingin di pagi ini, bahkan matahari masih nyenyak, masih enggan berbagi hangatnya. Namun, indahnya senyuman telah mampu mencerahkan suasana sejuk di bawah keteduhan mendung kelabu.

Geliat pagi tak pernah surut meskipun embun masih bergantungan di pucuk-pucuk hijau dan tirai kabut masih menutupi peraduan sang surya. Terlihat wajah-wajah penuh semangat, menyambut pagi dengan sumringah, demi menangguk rezeki yang mengaliri tiap sendi kehidupan. Bagi mereka, pagi adalah harapan baru, untuk kehidupan yang lebih baik.

Senda gurau dan tawa  renyah mulai meningkahi suara derit meja kayu, di saat ibu-ibu muda itu menguli adonan kerupuk Karak Kaliang, di atas meja sederhana yang hanya dialasi plastik terpal warna biru. Mereka terlihat sangat ceria, keceriaan yang polos, keceriaan tanpa beban, keceriaan yang seakan tak terkontaminasi oleh hiruk pikuk berita-berita dunia, pun suasana politik negeri ini yang semakin amburadul. Keceriaan tulus yang mungkin tak pernah dirasakan oleh para petinggi negeri, meskipun mereka memiliki segudang harta, puluhan mobil mewah, rumah-rumah bak istana dan istri-istri yang bak bidadari.

Pagi masih perawan, ketika anak-anak mereka terbangun dari tidur yang sangat pulas, saking pulasnya bocah-bocah lugu itu tak sadar, saat ibu-ibu mereka membawa mereka dari rumah ke Bengke Karak Kaliang, tempat ibu-ibu mereka bekerja dalam keadaan masih tertidur nyenyak. Dengan sapaan tulus dan senyuman penuh kasih sayang, ibu-ibu itu mulai mengemasi anak-anaknya dengan perlengkapan yang telah disiapkan dari rumah. Setelah itu mereka sarapan pagi bersama dengan lahap, sebelum kembali melanjutkan pekerjaan mengolah adonan tadi menjadi kerupuk mentah Karak Kaliang.


Karak Kaliang adalah kerupuk tradisional khas Minangkabau yang berbahan dasar ubi kayu. Ubi kayu segar, sehabis dipanen langsung dikupas, dicuci dan diparut dengan menggunakan mesin khusus, sehingga menghasilkan tepung ubi. Tepung ubi yang masih segar tersebut dicampur dengan bahan pelengkap seperti garam dan bawang putih kemudian diaduk dan diuleni sehingga membentuk adonan kalis, yang selanjutnya dibentuk seperti angka delapan, kemudian digoreng dengan minyak panas sampai garing. Setelah itu ditiriskan, didinginkan dan dikemas dalam kantong plastik besar untuk selanjutnya dipasarkan ke gerai-gerai penjual oleh-oleh khas Minangkabau.



Di Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota Sumatera Barat, terdapat puluhan Bengke Karak Kaliang (istilah untuk industri rumah tangga yang memproduksi Karak Kaliang), yang memasok kerupuk ke gerai/toko yang menjual oleh-oleh khas Minangkabau. Baik gerai/toko yang tersebar di Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota, mau pun gerai/toko oleh-oleh yang ada di daerah lain di Sumatera Barat, juga beberapa daerah lain di Sumatera.

Karak Kaliang, kerupuk tradisional yang tanpa menggunakan bahan pengawet ini, biasanya dimakan sebagai cemilan, bisa juga sebagai pelengkap makanan berkuah seperti soto, bakso dan sate, atau sebagai lauk yang dimakan bersama nasi. Tak heran jika kerupuk Karak Kaliang ini lebih diminati oleh para pelancong untuk dijadikan oleh-oleh buat sanak saudara mereka ketika mereka berkunjung ke Ranah Minang, khususnya ke Kota Payakumbuh, Kabupaten Limapuluh Kota dan Kota Bukittinggi.

Serbuan makanan ringan modern dengan harga dan kemasan yang sangat menarik, tidak menyurutkan semangat para pengusaha kerupuk Karak Kaliang untuk terus berproduksi, meskipun masih menggunakan tenaga manusia dan cara yang sederhana dan manual. Keikhlasan, ketulusan dan keinginan untuk berbagi dengan para tenaga kerja lah yang membuat pengusaha kecil ini tetap bertahan di tengah gempuran makanan-makanan ringan bermerek.

Karak Kaliang yang proses pembuatannya banyak menyerap tenaga kerja ini, dipatok dengan harga yang sangat terjangkau, bahkan jika langsung membelinya ke Bengke-bengke Karak Kaliang, harganya akan jauh lebih murah. Dengan uang Rp.5.000 saja kita sudah bisa menikmati renyahnya kerupuk yang berbentuk angka keberuntungan ini. Disamping itu, jika kita membelinya secara langsung, kita juga bisa menikmati kebersamaan dan keceriaan dari para pekerja pembuat kerupuk, berbaur dan bersenda gurau sembari menikmati Karak Kaliang yang masih panas.

Jika sahabat berminat, silahkan hubungi saya di 085274255787.




Demi Kasih Sayang

By. Siti Nurhaliza
Lupakan aku sajaDari kaca fikiranAndainya bersamakuEngkau tidak bahagia

Aku bukannya insanIngin cinta percumaSehingga aku sanggup menantimuWalau berabad lama

MAAF...

Hmm..
Hari ini ada "maaf" dimana-mana..
Pas mo nelpon "maaf pulsa anda tidak mencukupi.."
Pas mo minjam make telpon kantor "maaf silahkan selesaikan administrasi anda.."
Pas mo ambil uang di ATM "maaf saldo anda tidak mencukupi.."
Pas mo pulang naik angkot "maaf mo istirahat dulu mbak.."
Pas dah nyampe di rumah mo makan "maaf ma, nasinya dah habis.."
Pas buka HP ada pesan masuk "maaf mbak, boleh kenalan ngga, senyuman mbak manis banget.."
Hehehe..hampiiir aja..

#..EdisiSepenggalKisahSaatBulanGantung