...huaaahhhh...
butiran-butiran putih halus itu terus melayang..
semakin tebal dan mulai membungkus cerahnya matahariku..
warna warni lukisan pandangan pun menjadi suram dan buram dalam selimut kabut asap..
kala malam menjelma..
butiran-butiran itu semakin pekat dan hadirnya mulai mengganggu keseimbangan kehidupan..
kejahilan tangan-tangan usillah yang telah memurkakan alamku..
keserakahan telah memperbudak nafsu gila..
hingga hutanku menghitam dan butiran asap pun mengancam..
kekalutan dan sumpah serapah pun membahana..
itulah manusia..
manusia-manusia yang melampaui batas dalam keterbatasan..
DaruratAsap, 26 Juni 2013
PUISI, PUISI CINTA, PUISI RINDU, PUISI CERIA, PUISI INDAH, PUISI HATI DAN PUISIKU
KATA MUTIARA, KATA-KATA BIJAK, KATA-KATA INDAH DAN KATA-KATA BAGUS
PANTUN, PANTUN CERIA, PANTUN CINTA, PANTUN RINDU, PANTUN JENAKA, PANTUN ANAK DAN PANTUN SEMANGAT
CERITA, CERPEN, KISAH NYATA DAN CATATAN
RESEP MASAKAN, RESEP MASAKAN PADANG, RESEP RENDANG, RESEP KUE KERING, RESEP BOLU/CAKE DAN RESEP JAJANAN/KULINER
LIRIK LAGU DAN ARTIKEL
Bukan Kata Mutiara - Pelit Ilmu??
Jangan takut untuk berbagi ilmu, karena ilmu yang dibagi tersebut tidak akan pernah berkurang.
Semakin dibagi malah akan semakin bertambah. Semakin bertambah ilmu, maka akan semakin terasa pula banyaknya kekurangan dan keterbatasan.
Saat ilmu dibagi, saat itu rasa ingin tahu dan keinginan untuk belajar akan terus bertambah, dan tentunya rasa syukur pun akan mengiringi.
Begitu banyak manfaat untuk diri sendiri saat berbagi ilmu, so..masih mau pelit ilmu??
Semakin dibagi malah akan semakin bertambah. Semakin bertambah ilmu, maka akan semakin terasa pula banyaknya kekurangan dan keterbatasan.
Saat ilmu dibagi, saat itu rasa ingin tahu dan keinginan untuk belajar akan terus bertambah, dan tentunya rasa syukur pun akan mengiringi.
Begitu banyak manfaat untuk diri sendiri saat berbagi ilmu, so..masih mau pelit ilmu??
Puisi - Seperti Ada Yang Ingin Ku Ceritakan
Seperti ada yang ingin ku ceritakan
Tetapi, debaran jantungku telah mengacaukan kata-kata
Dan sampai terpejam pun, tetap, tuturku tak lagi terangkai
Mungkin waktu telah melelahkan hati
Mungkin harapan akan habis dalam penantian
Namun kisah belum berakhir
Apa pun itu, tetap, kenangan akan terbingkai
Dan aku, tetap, menjadi bagian dari sejarah yang tak kunjung usai
Tetapi, debaran jantungku telah mengacaukan kata-kata
Dan sampai terpejam pun, tetap, tuturku tak lagi terangkai
Mungkin waktu telah melelahkan hati
Mungkin harapan akan habis dalam penantian
Namun kisah belum berakhir
Apa pun itu, tetap, kenangan akan terbingkai
Dan aku, tetap, menjadi bagian dari sejarah yang tak kunjung usai
Seperti ada yang ingin ku ceritakan padamu
Entahlah..
Entahlah..
Balain
Bak cando sa biduak balain tujuan
Sa dayuang balain ayunan
Sa cawan balain raso
Sa ota balain carito
Walau alah dibuhua dipilin-pilin
Namun, sakali sentak, buhua lah lapeh
Tinggalah kabek sakali pilin
Di egang saketek sajo, mangko ba urak lah kasadonyo..
Sa dayuang balain ayunan
Sa cawan balain raso
Sa ota balain carito
Walau alah dibuhua dipilin-pilin
Namun, sakali sentak, buhua lah lapeh
Tinggalah kabek sakali pilin
Di egang saketek sajo, mangko ba urak lah kasadonyo..
Bukan Kata Mutiara - Hal Sia-sia
Berbicara dengan orang yang tidak mengerti adalah hal yang sia-sia..
Hanya akan bikin kezzel...
Hmmm...
Hanya akan bikin kezzel...
Hmmm...
Puisi - Akhir Perdebatan
Akhirnya, perdebatan itu pun dimulai...
"Harapan akan selalu ada"
"Itu bukan harapan, tapi hanya angan dan mimpi"
"Bukankah banyak kenyataan yang dibangun dari mimpi?"
"Iya, tapi selamanya pungguk tetap tak kan bisa memeluk bulan"
"Tapi kemungkinan itu selalu ada, kan?"
"Tentu, berdoalah..!"
Air mata membasahi..
Lalu..hening..
"Harapan akan selalu ada"
"Itu bukan harapan, tapi hanya angan dan mimpi"
"Bukankah banyak kenyataan yang dibangun dari mimpi?"
"Iya, tapi selamanya pungguk tetap tak kan bisa memeluk bulan"
"Tapi kemungkinan itu selalu ada, kan?"
"Tentu, berdoalah..!"
Air mata membasahi..
Lalu..hening..
Puisi - Detik Pengharapan
Dalam kelam yang kian larut
Dentang waktu berdetak seirama rintik hujan
Detik ini terasa sama seperti, saat hangat mengaliri urat-urat rasa
Aku bertenang diri, menyelami masa yang semakin menjauh
Gelap yang terus berdendang
Menyebar sapuan dingin ke sudut-sudut penantian
Aku nanar, menangkap warna dalam temaram
Detik ini, aku sedang tak ingin bermimpi
Roda waktu tak hendak berhenti walau sejenak
Aku telah terhanyut dalam mengenang masa itu
Ingin ku lepaskan dahaga penuh kerinduan
Namun..
Detik ini, aku kembali berselimut sepi
Di tepian itu, dia tersenyum melambai
Menyebar sapuan dingin ke sudut-sudut penantian
Aku nanar, menangkap warna dalam temaram
Detik ini, aku sedang tak ingin bermimpi
Roda waktu tak hendak berhenti walau sejenak
Aku telah terhanyut dalam mengenang masa itu
Ingin ku lepaskan dahaga penuh kerinduan
Namun..
Detik ini, aku kembali berselimut sepi
Di tepian itu, dia tersenyum melambai
Buka Kata Mutiara - Karena Aku..
Aku TEGAR, karena aku tau kekurangan dan keterbatasanku..
Aku KUAT, karena aku masih bisa tersenyum meski ribuan jarum menusukku..
Aku TABAH, karena aku masih bernafas..
Aku KUAT, karena aku masih bisa tersenyum meski ribuan jarum menusukku..
Aku TABAH, karena aku masih bernafas..
Subscribe to:
Posts (Atom)