PUISI, PUISI CINTA, PUISI RINDU, PUISI CERIA, PUISI INDAH, PUISI HATI DAN PUISIKU
KATA MUTIARA, KATA-KATA BIJAK, KATA-KATA INDAH DAN KATA-KATA BAGUS
PANTUN, PANTUN CERIA, PANTUN CINTA, PANTUN RINDU, PANTUN JENAKA, PANTUN ANAK DAN PANTUN SEMANGAT
CERITA, CERPEN, KISAH NYATA DAN CATATAN
RESEP MASAKAN, RESEP MASAKAN PADANG, RESEP RENDANG, RESEP KUE KERING, RESEP BOLU/CAKE DAN RESEP JAJANAN/KULINER
LIRIK LAGU DAN ARTIKEL
Puisi - Itulah Dunia
Saudaraku..
Jangan terlalu mempedulikan dunia, karena dunia juga takkan peduli padamu.
Dunia akan tetap tersenyum meski pun engkau sedang menangis.
Dunia akan tetap tertawa meskipun engkau sedang berduka.
Dunia akan tetap kenyang meskipun engkau kelaparan.
Dunia akan tetap diam meski engkau teraniaya.
dan..
Dunia akan tetap fana, meski engkaulah sang penguasanya.
Sadarlah, jangan biarkan pesona dunia melenakanmu..
Berpalinglah..
Engkau adalah pemimpin..
Genggamlah dunia dan kendalikanlah dunia.
Jadikanlah dunia sebagai pelayanmu
Aturlah dunia hingga dunia mampu membuatmu bahagia di kehidupan yang abadi..
9 Juli 2015
Sarapan Pagi Lontong Gulai
Lontong Gulai adalah salah satu menu sarapan pagi yang sangat digemari oleh sebahagian besar masyarakat di kota Payakumbuh Sumatera Barat, disamping menu lainnya seperti bubur kacang hijau, lontong pical, nasi goreng dan lainnya. Sajian lontong yang disirami gulai sayuran yang pedas gurih ditambah bihun goreng, telur rebus dan kerupuk sebagai pelengkap, mampu membangkitkan selera dan menambah semangat sebelum beraktifitas di pagi hari.
Proses pembuatan Lontong Gulai yang terbilang tidak instan, membuka peluang usaha bagi ibu-ibu rumah tangga untuk membuka warung makan yang khas menyediakan Lontong Gulai sebagai salah satu pilihan menunya, sehingga para penikmat lontong pun tidak perlu lagi menghabiskan waktu lama untuk membuatnya. Tak heran, jika warung-warung makan di kota Payakumbuh terlihat sangat ramai di pagi hari, sebab warung-warung makan tersebut menjadi "TKP" bagi masyarakat yang ingin berburu sarapan pagi.
Lontong Gulai tidak hanya menjadi salah satu menu favorite yang disediakan di warung-warung makan, tetapi juga menjadi menu andalan di kantin sekolahan dan perkantoran, bahkan Lontong Gulai juga dijajakan oleh para pedangan garendong (pedagang keliling bersepeda motor) ke rumah-rumah dan ke pusat industri rumah tangga yang tersebar di setiap sudut Kota Payakumbuh.
Penjual Lontong Gulai biasanya menvariasikan sayuran yang akan dijadikan sebagai pelengkap lontong tersebut, agar pembeli tidak merasa bosan. Misalnya, hari ini sayurannya gulai nangka muda, besok gulai buncis taoco, besoknya lagi gulai pakis muda dan esoknya lagi kembali ke menu pertama. Dan ada juga penjual yang menyediakan dua macam gulai sayuran sekaligus setiap harinya, sehingga pembeli bisa memilih sayuran sesuai kesukaannya.
Jika sahabat peminat Lontong Gulai, berkesempatan berkunjung atau sekedar mampir di Kota Payakumbuh, jangan lupa mencicipi lezatnya Lontong Gulai khas Kota Payakumbuh untuk sarapan pagi, dengan bandrol harga yang sangat terjangkau. Cukup dengan Rp. 5.000 - Rp. 6.000 saja, sahabat sudah dapat menikmati seporsi Lontong Gulai dengan tambahan bihun goreng, telur rebus dan kerupuk yang maknyuss.
Puisi - Tetap Rinduku Tak Terkikis
Tak berakhir dengan manis
Saat bayangan si penjaga malam masih tak tertepis
Dan saat kepingan rindu masih saja mengiris
Meski ku mengemis
Tetap rinduku tak terkikis
Saat bayangan si penjaga malam masih tak tertepis
Dan saat kepingan rindu masih saja mengiris
Meski ku mengemis
Tetap rinduku tak terkikis
Di sela-sela temaram malam dingin yang berselimut gerimis
Bibir bertaut, hati meringis
Menahan sayatan bayanganmu yang sadis
Meski ku meraung dan menangis
Tetap rinduku tak terkikis
Bibir bertaut, hati meringis
Menahan sayatan bayanganmu yang sadis
Meski ku meraung dan menangis
Tetap rinduku tak terkikis
Dalam desiran angin yang berkabut tipis
Senyum sapamu menjelma, jelas terlukis
Tatapanmu hadir membawa lara yang tak kunjung habis
Meski ku mulai tak optimis
Tetap rinduku tak terkikis
Senyum sapamu menjelma, jelas terlukis
Tatapanmu hadir membawa lara yang tak kunjung habis
Meski ku mulai tak optimis
Tetap rinduku tak terkikis
24 Maret 2015
Puisi - Kerinduan
Pintu itu telah tertutup
Dingin, aku membeku di pelukan sepi
Dan..
Kerinduan pun berdendang dalam hening
17 Februari 2015
Dingin, aku membeku di pelukan sepi
Dan..
Kerinduan pun berdendang dalam hening
17 Februari 2015
Puisi - Aku Merindukanmu
Ku bekukan kerinduanku padamu di dalam dinginnya hatiku
karena bara asa ini mulai meredup dan tak lagi mampu menghangatkan
langkahku makin melambat..
dan waktu kian jauh membawa kisah yang belum usai itu..
aku terseok dan tak lagi mampu mengiringinya..
genggamanku terlerai..
harapanku pun terhempas, berderai..
meski mimpi tentangmu terus membara..
hari-hari tetap membeku dan asa pupus dalam takdir yang tak sama..
dalam hampa, ku tetap ingin berbisik "aku merindukanmu.."
31 Oktober 2014
karena bara asa ini mulai meredup dan tak lagi mampu menghangatkan
langkahku makin melambat..
dan waktu kian jauh membawa kisah yang belum usai itu..
aku terseok dan tak lagi mampu mengiringinya..
genggamanku terlerai..
harapanku pun terhempas, berderai..
meski mimpi tentangmu terus membara..
hari-hari tetap membeku dan asa pupus dalam takdir yang tak sama..
dalam hampa, ku tetap ingin berbisik "aku merindukanmu.."
31 Oktober 2014
Puisi - Buah Janji
Lihatlah..
Wajah-wajah kusut itu
Ketidakpuasan terbias dari garis muka yang melengkung
mereka menunduk dalam tatapan buas penuh amarah
dengarlah..
mereka menyerukan keadilan
Teriakan mereka bagai lolongan kekecewaan pada janji yang diingkari
pada harapan yang terhempas di hari penentuan
hening..tanpa jawaban..
mereka terdiam, namun menyulut api dendam
emosi tumpah bak air bah yang menghanyutkan logika dan akal sehat..
mereka berlalu dengan dada membara..
28 Oktober 2014
Wajah-wajah kusut itu
Ketidakpuasan terbias dari garis muka yang melengkung
mereka menunduk dalam tatapan buas penuh amarah
dengarlah..
mereka menyerukan keadilan
Teriakan mereka bagai lolongan kekecewaan pada janji yang diingkari
pada harapan yang terhempas di hari penentuan
hening..tanpa jawaban..
mereka terdiam, namun menyulut api dendam
emosi tumpah bak air bah yang menghanyutkan logika dan akal sehat..
mereka berlalu dengan dada membara..
28 Oktober 2014
Pantun Minang
dek pungguak hanyo bulan nan tabayang
nyo baharok, kok lai ka sampai di ganggaman
dima denai duduak disinan uda tabayang
salamo ko uda, hanyo nyato di dalam rasian
nyo baharok, kok lai ka sampai di ganggaman
dima denai duduak disinan uda tabayang
salamo ko uda, hanyo nyato di dalam rasian
Pantun Lebay
ke hutan bawa senapan dan belati
mari berburu, rusa dan kijang
yakinlah hanya engkau yang di hati
kau bilang cemburu, aku pun senang
mari berburu, rusa dan kijang
yakinlah hanya engkau yang di hati
kau bilang cemburu, aku pun senang
Subscribe to:
Posts (Atom)
