Solusi

Bagaimanapun..semuanya akan baik-baik saja, seandainya setiap orang mau menjadi bagian dari SOLUSI..

Merdeka Itu..

Merdeka itu...
Saat kita merasa tidak terjajah dan tidak tertindas oleh siapa pun dan dalam hal apa pun..
Dan saat kita merasa tidak tertipu dan tidak terdzalimi oleh siapa pun dan dalam hal apa pun..

Mari Nikmati Tanpa Beban

Jangan bersedih, jika saat malam minggu kau sendirian..
Nikmatilah dengan caramu sendiri..kau akan bahagia..
Dan jangan kecewa, jika saat malam minggu kau masih harus bekerja..
Nikmatilah dengan caramu sendiri..kau akan bahagia..
Yakinlah dan tersenyumlah..akan ada kebahagiaan terselip saat kau menikmatinya tanpa rasa beban..

Mari Manyimpan "Untung"

Masalah apa yang telah kamu pecahkan hari ini?
Kebaikan apa yang telah kamu sebarkan hari ini?
Dan ilmu apa yang telah kamu ajarkan hari ini?
Ada?? Selamat ya..
Tersenyumlah..karena bebanmu telah berkurang hari ini..
Dan kamu telah menyimpan "untung" untuk hari esok..

Ungkapkanlah Meski Hanya Satu Kata

"Ngga ada apa-apa.."
Hindari berkata seperti itu, jika di hatimu ada setumpuk pertanyaan yang butuh jawaban atau ada pernyataan yang butuh penjelasan atau ada maksud yang ingin diutarakan..
Ungkapkanlah dengan bahasa yang halus, sopan, dan dengan penuh kejujuran..
Percayalah dan yakinlah, masih banyak orang yang benar-benar menghargai kejujuran..

Puisi - Itulah Dunia


Saudaraku..
Jangan terlalu mempedulikan dunia, karena dunia juga takkan peduli padamu.
Dunia akan tetap tersenyum meski pun engkau sedang menangis.
Dunia akan tetap tertawa meskipun engkau sedang berduka.
Dunia akan tetap kenyang meskipun engkau kelaparan.
Dunia akan tetap diam meski engkau teraniaya.
dan..
Dunia akan tetap fana, meski engkaulah sang penguasanya.
Sadarlah, jangan biarkan pesona dunia melenakanmu..
Berpalinglah..
Engkau adalah pemimpin..
Genggamlah dunia dan kendalikanlah dunia.
Jadikanlah dunia sebagai pelayanmu
Aturlah dunia hingga dunia mampu membuatmu bahagia di kehidupan yang abadi..

9 Juli 2015

Sarapan Pagi Lontong Gulai



Lontong Gulai adalah salah satu menu sarapan pagi yang sangat digemari oleh sebahagian besar masyarakat di kota Payakumbuh Sumatera Barat, disamping menu lainnya seperti bubur kacang hijau, lontong pical, nasi goreng dan lainnya. Sajian lontong yang disirami gulai sayuran yang pedas gurih ditambah bihun goreng, telur rebus dan kerupuk sebagai pelengkap, mampu membangkitkan selera dan menambah semangat sebelum beraktifitas di pagi hari.

Proses pembuatan Lontong Gulai yang terbilang tidak instan, membuka peluang usaha bagi ibu-ibu rumah tangga untuk membuka warung makan yang khas menyediakan Lontong Gulai sebagai salah satu pilihan menunya, sehingga para penikmat lontong pun tidak perlu lagi menghabiskan waktu lama untuk membuatnya. Tak heran, jika warung-warung makan di kota Payakumbuh terlihat sangat ramai di pagi hari, sebab warung-warung makan tersebut menjadi "TKP" bagi masyarakat yang ingin berburu sarapan pagi.

Lontong Gulai tidak hanya menjadi salah satu menu favorite yang disediakan di warung-warung makan, tetapi juga menjadi menu andalan di kantin sekolahan dan perkantoran, bahkan Lontong Gulai juga dijajakan oleh para pedangan garendong (pedagang keliling bersepeda motor) ke rumah-rumah dan ke pusat industri rumah tangga yang tersebar di setiap sudut Kota Payakumbuh.

Penjual Lontong Gulai biasanya menvariasikan sayuran yang akan dijadikan sebagai pelengkap lontong tersebut, agar pembeli tidak merasa bosan. Misalnya, hari ini sayurannya gulai nangka muda, besok gulai buncis taoco, besoknya lagi gulai pakis muda dan esoknya lagi kembali ke menu pertama. Dan ada juga penjual yang menyediakan dua macam gulai sayuran sekaligus setiap harinya, sehingga pembeli bisa memilih sayuran sesuai kesukaannya.

Jika sahabat peminat Lontong Gulai, berkesempatan berkunjung atau sekedar mampir di Kota Payakumbuh, jangan lupa mencicipi lezatnya Lontong Gulai khas Kota Payakumbuh untuk sarapan pagi, dengan bandrol harga yang sangat terjangkau. Cukup dengan Rp. 5.000 - Rp. 6.000 saja, sahabat sudah dapat menikmati seporsi Lontong Gulai dengan tambahan bihun goreng, telur rebus dan kerupuk yang maknyuss.

Puisi - Tetap Rinduku Tak Terkikis

Tak berakhir dengan manis
Saat bayangan si penjaga malam masih tak tertepis
Dan saat kepingan rindu masih saja mengiris
Meski ku mengemis
Tetap rinduku tak terkikis
Di sela-sela temaram malam dingin yang berselimut gerimis
Bibir bertaut, hati meringis
Menahan sayatan bayanganmu yang sadis
Meski ku meraung dan menangis
Tetap rinduku tak terkikis
Dalam desiran angin yang berkabut tipis
Senyum sapamu menjelma, jelas terlukis
Tatapanmu hadir membawa lara yang tak kunjung habis
Meski ku mulai tak optimis
Tetap rinduku tak terkikis

24 Maret 2015